Belakangan ini, jagat media sosial dihebohkan oleh video viral yang menunjukkan aksi orang tak dikenal masuk ke halaman rumah warga tanpa izin. Bukan untuk mencuri unit secara langsung, mereka justru mengincar sesuatu yang spesifik yaitu nomor rangka kendaraan.

Modus "gesek nomor rangka" ini mulai marak dilaporkan di berbagai daerah dan meresahkan pemilik kendaraan. Lantas, mengapa data fisik kendaraan kamu begitu diincar?. Bagi orang awam, nomor rangka mungkin hanya deretan angka dan huruf biasa. Namun bagi pelaku kejahatan, data ini adalah "tambang emas".

Berikut adalah beberapa taktik berbahaya di balik modus tersebut:

  1. Pemalsuan Dokumen Kendaraan (Surat Bodong)

Nomor rangka dan mesin adalah identitas tunggal sebuah kendaraan. Data milik kamu bisa disalin untuk membuat STNK atau BPKB palsu guna melegalkan mobil hasil curian atau mobil selundupan agar terlihat "resmi" di sistem.

  1. Profiling dan Pemantauan Target

Ini adalah cara pelaku memastikan apakah mobil kamu adalah unit yang masuk dalam daftar incaran mereka. Dengan mengecek nomor rangka, mereka bisa mengetahui sejarah kendaraan, status kepemilikan, hingga sisa tenor cicilan melalui jaringan ilegal.

  1. Modus Leasing Gadungan (Debt Collector Ilegal)

Beberapa oknum berpura-pura menjadi petugas leasing resmi. Mereka menggesek nomor rangka untuk mencocokkan data, lalu melakukan intimidasi untuk menyita unit secara paksa dan ilegal di tempat, meskipun pembayaran kamu mungkin lancar.

Jika kamu mendapati orang asing mencoba mendekati kendaraan di area rumah, Jangan ragu untuk menginterogasi. Minta surat tugas resmi dari kepolisian atau instansi terkait. Ingat, petugas resmi tidak akan masuk ke properti pribadi tanpa izin pemilik atau pendampingan pengurus lingkungan (RT/RW). Anggap nomor rangka sebagai "KTP Mobil" kamu. Jangan pernah membiarkan orang asing memotret, mencatat, apalagi menggesek nomor tersebut secara sembarangan.

Amankan Unit dan Dokumentasikan: Jika gerak-gerik pelaku mencurigakan atau mereka mulai memaksa, segera panggil keamanan lingkungan. Jangan lupa rekam wajah pelaku dan plat nomor kendaraan yang mereka gunakan sebagai barang bukti laporan. Keamanan kendaraan bukan lagi sekadar memasang kunci setir atau alarm. Di era digital ini, menjaga kerahasiaan data fisik kendaraan sama pentingnya dengan menjaga kunci kontak itu sendiri.

Sumber: Dilansir dari berbagai sumber

<< Kembali