Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) memang bikin hidup kita makin mudah. Tapi di tangan yang salah, AI justru jadi senjata mematikan buat ngerampok isi rekening. Kalau dulu penipuan digital alias scam kelihatan amatir dengan ketikan yang typo atau modus yang itu-itu saja, sekarang ceritanya sudah beda total.
Penipuan digital zaman sekarang makin canggih dan nggak kelihatan "murahan" lagi. Berkat AI, para penipu kini bisa bikin voice cloning (kloning suara), video deepfake yang mirip asli, sampai bukti transfer palsu yang luar biasa presisi dan susah dibedain dari aslinya. Angka pertumbuhan kejahatan ini bukan main-main. Di Indonesia sendiri, kasus fraud (penipuan) berbasis AI di sektor fintech melesat tajam hingga 1.550% sepanjang periode 2022–2023, dengan kerugian tembus Rp6 Triliun!
Menurut catatan OJK, Ada sekitar 274 ribu laporan penipuan keuangan yang masuk, dengan total kerugian masyarakat Indonesia mencapai lebih dari Rp6 triliun! Angka yang sangat fantastis sekaligus mengerikan.
Kalau dulu peretas harus repot-repot menjebol kata sandi (password) atau mengambil alih akun media sosialmu, sekarang caranya jauh lebih simpel tapi mematikan. Penipu hanya perlu mengambil foto, potongan video, atau rekaman suaramu yang tersebar di media sosial. Berbekal modal gratisan itu, AI akan mengolahnya untuk membuat identitas palsu. Jangan kaget kalau tiba-tiba ada "video" atau "telepon" dari orang terdekatmu yang meminta uang darurat, padahal itu adalah AI yang sedang menyamar.
Kamu Bisa Jadi Targetnya! Ini Cara Kurangi Risiko Kena Scam
Jangan tunggu sampai isi rekening amblas baru menyesal. Kamu bisa memperkecil risiko menjadi korban penipuan berbasis AI dengan menerapkan langkah-langkah proteksi berikut:
Yuk, lebih melek digital dan mulai proteksi diri sendiri serta keluarga dari bahaya penipuan berbasis AI!
Sumber: tentengo.id
<< Kembali