Tahun 2026 menghadirkan fenomena unik bagi masyarakat Indonesia. Dengan perayaan Imlek dan awal puasa yang jatuh di bulan Februari serta Idul Fitri (Lebaran) di akhir Maret, kita menghadapi tantangan finansial bertajuk "Double Celebration". Dua hari raya besar dalam waktu yang berdekatan berarti pengeluaran ganda untuk amplop (angpao & THR), jamuan makan, hingga biaya mudik. Agar tabungan tidak "boncos", diperlukan strategi pengaturan budget yang presisi.
Berikut strategi "Double Celebration" untuk mengatur budget Imlek & Lebaran yang berdekatan:
1. Petakan dengan Jelas Anggaran untuk Imlek dan Lebaran
Langkah pertama bukan memotong anggaran, melainkan memetakan apa saja yang akan dibeli. Menariknya, kedua hari raya ini memiliki pola pengeluaran yang serupa seperti makan Bersama keluarga, dan THR atau Angpao yang dibagikan kepada saudara.
2. Terapkan Metode "Sinking Funds"
Karena waktunya sangat berdekatan, jangan mengandalkan gaji di bulan berjalan saja. Gunakan metode Sinking Funds (dana tenggelam) dengan memisahkan rekening khusus untuk hari raya. Alokasikan bonus/THR lebih awal, kika kamu mendapatkan bonus di awal tahun, segera kunci untuk keperluan Lebaran agar tidak terpakai saat Imlek. Jika budget terbatas, tentukan mana yang menjadi prioritas utama. Misalnya, prioritaskan mudik Lebaran namun sederhanakan jamuan makan saat Imlek, atau sebaliknya.
3. Strategi Belanja Cerdas & "Grosir"
Memanfaatkan jarak waktu yang sempit bisa menjadi keuntungan jika kamu cerdik dalam berbelanja. Beli bahan kue sekaligus misalnya Tepung, gula, mentega, dan bahan kue kering lainnya memiliki masa kedaluwarsa yang cukup lama. Belilah dalam jumlah besar (grosir) untuk dipakai di kedua perayaan. Jika kamu berencana mengirim hantaran (hampers) ke relasi yang merayakan keduanya, pertimbangkan untuk mengirim satu hampers eksklusif di antara kedua tanggal tersebut dengan pesan "Selamat Merayakan Hari Raya".
4. Bijak dalam Memberi (Angpao & THR)
Ini biasanya menjadi pos pengeluaran terbesar. Agar tetap bermakna tanpa menguras kantong, buatlah daftar penerima, kelompokkan berdasarkan usia atau kedekatan (anak-anak, orang tua, asisten rumah tangga). Jangan merasa tertekan untuk memberi lebih dari kemampuan hanya karena gengsi. Ingat, esensi hari raya adalah silaturahmi, bukan ajang pamer nominal.
Menghadapi Imlek dan Lebaran yang berdekatan memang menantang, namun bukan berarti mustahil untuk dilewati dengan tenang. Kuncinya ada pada perencanaan yang dimulai dari sekarang dan kedisiplinan dalam menahan diri dari pengeluaran impulsif.
<< Kembali