Memiliki mobil listrik (Electric Vehicle/EV) menuntut pemahaman khusus agar performa dan umur komponen utamanya tetap terjaga. Sama seperti Handphone, baterai mobil listrik membutuhkan perlakuan yang tepat agar tidak cepat mengalami degradasi atau kerusakan. Berikut adalah 5 hal penting yang pantang kamu lakukan pada mobil listrik kesayangan kamu:

  1.  Terlalu Sering Menggunakan Ultra Fast Charging

Meskipun praktis untuk perjalanan jauh, arus listrik yang terlalu besar menghasilkan panas berlebih (thermal stress) yang dapat menurunkan kapasitas maksimal baterai jika dijadikan kebiasaan harian.

  1. Langsung Mengecas saat Baterai Masih Sangat Panas Akibat Baru Dikendarai

Suhu ekstrem merupakan musuh utama sel baterai lithium-ion, sehingga Anda disarankan memberi waktu istirahat pada mobil selama 15–30 menit sebelum mencolokkan kabel charger.

  1. Membiarkan Mobil Mangkrak atau Tidak Dipakai dalam Waktu Lama

Fenomena self-discharge dapat membuat daya baterai habis total hingga memicu deep discharge yang merusak komponen secara permanen; karena itu, jaga kapasitasnya di kisaran 40%–60% jika ditinggal pergi.

  1. Mengabaikan Kondisi dan Tekanan Angin Ban

Mengingat bobot mobil listrik jauh lebih berat akibat tumpukan baterai, tekanan ban yang tidak sesuai akan memicu gesekan berlebih, membuat motor listrik bekerja lebih keras, serta boros energi.

  1.  Mengabaikan Perawatan Baterai 12V (Aki Kecil)

Banyak pemilik hanya fokus pada baterai utama, padahal aki kecil ini bertugas menyuplai sistem kelistrikan vital seperti komputer mobil (ECU), lampu, dan modul penggerak, yang jika soak akan membuat mobil gagal dinyalakan. Kesimpulannya, menjaga kedisiplinan dalam mengelola suhu dan sistem kelistrikan merupakan kunci utama agar performa mobil listrik tetap optimal dan awet dalam jangka panjang.

Sumber: olx_id

<< Kembali