Memiliki mobil listrik (Electric Vehicle/EV) menuntut pemahaman khusus agar performa dan umur komponen utamanya tetap terjaga. Sama seperti Handphone, baterai mobil listrik membutuhkan perlakuan yang tepat agar tidak cepat mengalami degradasi atau kerusakan. Berikut adalah 5 hal penting yang pantang kamu lakukan pada mobil listrik kesayangan kamu:
Meskipun praktis untuk perjalanan jauh, arus listrik yang terlalu besar menghasilkan panas berlebih (thermal stress) yang dapat menurunkan kapasitas maksimal baterai jika dijadikan kebiasaan harian.
Suhu ekstrem merupakan musuh utama sel baterai lithium-ion, sehingga Anda disarankan memberi waktu istirahat pada mobil selama 15–30 menit sebelum mencolokkan kabel charger.
Fenomena self-discharge dapat membuat daya baterai habis total hingga memicu deep discharge yang merusak komponen secara permanen; karena itu, jaga kapasitasnya di kisaran 40%–60% jika ditinggal pergi.
Mengingat bobot mobil listrik jauh lebih berat akibat tumpukan baterai, tekanan ban yang tidak sesuai akan memicu gesekan berlebih, membuat motor listrik bekerja lebih keras, serta boros energi.
Banyak pemilik hanya fokus pada baterai utama, padahal aki kecil ini bertugas menyuplai sistem kelistrikan vital seperti komputer mobil (ECU), lampu, dan modul penggerak, yang jika soak akan membuat mobil gagal dinyalakan. Kesimpulannya, menjaga kedisiplinan dalam mengelola suhu dan sistem kelistrikan merupakan kunci utama agar performa mobil listrik tetap optimal dan awet dalam jangka panjang.
Sumber: olx_id
<< Kembali