Memasuki penghujung tahun, antusiasme masyarakat dalam menyambut perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) biasanya sejalan dengan peningkatan aktivitas belanja serta transaksi digital. Namun, di balik kemudahan tersebut, tersimpan risiko keamanan siber yang mengintai.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi mengeluarkan peringatan untuk masyarakat agar lebih waspada terhadap maraknya berbagai modus penipuan yang memanfaatkan momentum libur akhir tahun ini.

  1. Modus Terbaru: "Ucapan Natal" Berbahaya

Salah satu ancaman paling signifikan yang perlu diwaspadai adalah pengiriman pesan ucapan selamat Natal atau tahun baru yang disertai dengan lampiran file berformat .APK. Jika Kamu menerima pesan dari nomor tidak dikenal yang mengirimkan dokumen dengan ekstensi .APK, baik berkedok undangan, foto paket, maupun kartu ucapan, jangan sekali-kali mengeklik atau mengunduh file tersebut. Mengeklik file .APK ilegal dapat memberikan akses penuh kepada penipu untuk mengambil alih perangkat ponsel Anda, menguras saldo rekening bank, hingga mencuri data pribadi (phishing).

  1. Jebakan Diskon dan Promo Palsu

Selain modus file .APK, para pelaku kejahatan siber juga memanfaatkan sifat konsumtif masyarakat di akhir tahun dengan berbagai tawaran menggiurkan, di antaranya, Diskon Fantastis & Flash Sale atau Tawaran harga yang tidak masuk akal melalui media sosial.

  1. Link Belanja Tiruan

Situs web yang tampilannya sangat mirip dengan platform e-commerce resmi namun bertujuan mencuri data kartu kredit/debit.

  1. Berbagi Hadiah & Donasi

Penipuan berkedok undian berhadiah akhir tahun atau penggalangan dana kemanusiaan palsu, juga semakin marak menjelang Natal dan Tahun Baru.

Sumber: detik.com

<< Kembali