Fear of Missing Out atau FOMO saat membeli saham yang lagi viral merupakan salah satu jebakan paling mematikan bagi investor pemula. Saat sebuah saham mendadak viral dan harganya melesat tinggi, dorongan emosional untuk langsung membeli tanpa memahami latar belakang perusahaan kerap mengalahkan pemikiran rasional. Padahal, membeli saham tanpa analisis dasar ibarat membeli kucing dalam karung, di mana kamu mempertaruhkan modal kerja keras hanya demi mengejar keuntungan sesaat yang belum tentu pasti.

Bahaya utama dari perilaku FOMO adalah risiko terjebak di puncak harga buying at the top serta potensi kerugian finansial yang masif. Saham viral umumnya digerakkan oleh spekulasi pasar dan euforia semu, bukan oleh fundamental kinerja keuangan yang kokoh. Ketika aksi jual massal terjadi atau saat para pelaku pasar besar melakukan aksi ambil untung profit taking, harga saham dapat merosot secara tajam dan drastis. Investor yang membeli di harga tinggi tanpa strategi keluar exit strategy yang matang akan menanggung kerugian besar yang sulit untuk dipulihkan dalam waktu singkat.

Selain kehancuran secara finansial, aksi membeli saham tanpa riset juga merusak mentalitas dan disiplin berinvestasi jangka panjang. Investor yang terbiasa bergantung pada tren viral cenderung mengembangkan kebiasaan berspekulasi dan berjudi alih-alih berinvestasi secara terukur.

Oleh karena itu, kunci utama untuk meraih kesuksesan yang berkelanjutan di pasar modal adalah dengan mengendalikan emosi serta selalu melakukan riset mandiri Do Your Own Research. Sebelum menempatkan dana pada suatu saham, pelajari laporan keuangan perusahaan, pahami model bisnisnya, dan evaluasi prospek industrinya di masa depan. Berinvestasilah berdasarkan data rasional dan analisis yang objektif, bukan sekadar mengikuti kerumunan. Karena dalam dunia investasi, keputusan yang didasari oleh pengetahuan akan selalu jauh lebih aman dan menguntungkan dibandingkan dengan keputusan yang didorong oleh kepanikan FOMO.

Sumber: OJK.go.id

<< Kembali